Kenapa STY Incar Emil Audero: Menjadi 'Guru' Kiper Indonesia

Kenapa STY Incar Emil Audero: Menjadi 'Guru' Kiper Indonesia

Pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong (STY) menginginkan kiper Sampdoria untuk dinaturalisasi agar bisa masuk skuad Garuda.

Ada dua alasan mengapa Shin Tae-yong mendambakan Emil Audero bisa memeprkuat timnas Indonesia.

Pertama, Emil Audero dinilai bisa meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia, khususnya bisa membawa pengaruh baik bagi para kiper di Tanah Air.

Kedua, mantan penjaga gawang Juventus itu dianggap bisa membantu timnas Indonesia berprestasi di kancah internasional.

"Pemain dengan kemampuan bagus seperti itu akan menyebarkan budaya sepak bola yang baik, khususnya untuk para penjaga gawang Indonesia," ucap Shin Tae-yong, dikutip dari Antara News, Kamis (3/3/2022).

Shin Tae-yong sendiri mengaku bahwa dia tidak bisa memastikan apakah Emil Audero bersedia dinaturalisasi atau tidak.

Juru taktik berkebangsaan Korea Selatan itu menyerahkan semua urusan naturalisasi kepada PSSI.

"Saya pribadi tidak bisa memastikan apakah dia mau dinaturalisasi atau tidak," tutur pelatih timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu.

Menanggapi permintaan Shin, PSSI lalu memprioritaskan Emil sebagai pemain keturunan Indonesia keempat atau terakhir yang akan dinaturalisasi untuk kepentingan timnas Indonesia.

Pembicaraan dengan Emil soal apakah dia setuju untuk menjadi warga Indonesia atau tidak dilakukan di Italia pada Rabu (2/3/2021) malam waktu setempat.

Emil Audero Mulyadi merupakan kiper kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, 18 Januari 1997.

Darah Indonesia Emil Mulyadi berasal dari sang ayah. Namun, sejak kecil dia diketahui sudah tinggal di Italia.

Emil Audero merupakan alumni akademi Juventus yang sudah malang melintang di persepakbolaan Italia, walau umurnya baru 25 tahun.

Tercatat, dia pernah berseragam Juventus, Venezia dan saat ini Sampdoria.

Namun, selepas sembuh dari cedera pada pertengahan Januari 2022, Emil kehilangan tempat utama di Sampdoria dan dibangkucadangkan pada empat pertandingan terakhir Il Samp.

Di level tim nasional, berdasarkan laman Transfermarkt, Emil pernah membela timnas U15, U16, U17, U18, U19, U20, dan U-21 Italia. Akan tetapi, dia belum pernah tampil untuk tim senior Gli Azzurri

Andai Emil menolak untuk menjadi WNI, PSSI sudah menyiapkan nama keturunan Indonesia lain yaitu gelandang klub Liga Swiss, FC Luzern, Jordy Whermann.

Masih berusia 22 tahun dan berdarah Indonesia, Jordy yang berkewarganegaraan Belanda sudah mencatatkan 16 penampilan bersama FC Luzern dan membuat satu gol.

Satu nama terakhir akan melengkapi empat pemain keturunan Indonesia yang akan dinaturalisasi pada tahun 2022.

Sebelumnya, sudah ada tiga nama berposisi bek yang dalam proses pewarganegaraan Indonesia yakni Jordi Amat, Sandy Walsh dan Shayne Pattynama.

Lebih baru Lebih lama
close